Muhammad Abdullah Azzam
31 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Selen Temizer, Bayram Altuğ
JENEWA
Perwakilan Khusus PBB di Suriah, Geir Pedersen, mengungkapkan pada pembukaan pertemuan Komite Konstitusi di Jenewa bahwa pertemuan tersebut adalah momen bersejarah karena pihak rezim dan anggota oposisi duduk berhadapan di sana.
Pertemuan Komite Konstitusi Suriah yang digelar pertama kali di Jenewa, Swiss telah dibuka dengan pidato pembukaan Pedersen.
"Rezim dan anggota oposisi duduk berhadap-hadapan. Ini adalah momen bersejarah," ungkap Pedersen.
Pedersen menuturkan, 50 anggota perwakilan masyarakat sipil yang terdiri dari dua delegasi hadir di ruangan.
Para anggota ini berasal dari berbagai agama, wilayah, dan pengalaman yang berbeda, sehingga pertemuan ini diyakini akan berkontribusi besar bagi proses konstitusi di Suriah, ujar Pedersen.
"Komite berkumpul berdasarkan beberapa prinsip. Ini adalah Piagam PBB, keputusan Dewan Keamanan, kesatuan Suriah, integritas teritorial, kemerdekaan, kedaulatan dan konstitusi yang membentuk prinsip-prinsip yang dimiliki rakyat Suriah," tutur dia.
"Jangan berharap timku akan memberitahu kalian apa yang harus ditulis untuk konstitusi kalian. Kalian anggota Komite ini, sebagai rakyat Suriah, akan menyiapkan rancangan konstitusi sendiri dan rakyat Suriah akan menyetujuinya," ujar dia.
Pedersen menekankan bahwa dirinya akan melakukan tugas sebagai mediator dengan semua niat baik.
Pertemuan Komite Konstitusi akan dipimpin oleh Pedersen selama dua hari ke depan. Pertemuan tersebut diikuti oleh 150 orang. Setelah pertemuan itu dewan penulis konstitusi yang berjumlah 45 anggota akan melakukan pertemuan untuk merumuskan konstitusi setidaknya selama seminggu di Jenewa.