Pizaro Gozali İdrus
11 Januari 2018•Update: 12 Januari 2018
Pizaro Gozali Idrus
JAKARTA
Kondisi kemanusiaan di Gaza kini terus memburuk dengan menipisnya pasokan makanan. Kini, Gaza banyak mengharapkan bantuan dari luar negeri.
Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan 70 persen masyarakat Gaza hidup miskin dan 100.000 warga tak memiliki rumah.
“Mereka sangat sulit mencari nafkah dan mengandalkan bantuan luar negeri, khususnya Indonesia,” kata Vice President of Humanity Network Insan Nurohman ACT di Jakarta, Rabu.
Lembaga yang sudah berkiprah 11 tahun di Palestina ini juga menginformasikan sebanyak 44.000 warga Gaza mengalami disabilitas akibat agresi Israel. Akibatnya, mereka kesulitan memberikan nafkah untuk keluarga.
“72 persen masyarakat Gaza berada dalam kerawanan pangan,” jelas Insan.
Insan menjelaskan, sejak tanggal 31 Desember, dapur umum lembaganya telah menyiapkan 9.000 porsi makanan sebanyak tiga kali sehari di 12 rumah sakit di seluruh Gaza.
"Sudah lebih dari 3 bulan, 12 rumah sakit di seluruh Gaza tak lagi mampu menyiapkan sarapan rutin bagi pasien di bangsal perawatan," kata Insan.
ACT berencana mengirimkan kapal kemanusiaan ke Gaza yang memuat 10.000 ton beras pada Februari. Rencananya, pelepasan akan dilakukan pemerintah Indonesia.