Maria Elisa Hospita
26 Maret 2018•Update: 26 Maret 2018
Adham Kako, Burak Karacaoglu, dan Levent Tok
ANKARA
Konvoi kendaraan ketiga yang mengangkut penduduk sipil dan pasukan oposisi dari pinggiran kota Damaskus, Ghouta Timur, tiba di Provinsi Hama, Suriah, pada Minggu.
17 bus meninggalkan wilayah yang terkepung pada malam Sabtu dengan mengangkut lebih dari 994 orang, termasuk 132 orang yang terluka.
Mereka dievakuasi dari sejumlah kota di Ghouta Timur, di antaranya Arbin, Zamalka, dan Ein Tarma.
Konvoi itu diperkirakan akan tiba di kota Maarrat Al-Numan, Provinsi Idlib, barat laut Suriah.
Sebanyak 8.000 jiwa - termasuk pasukan oposisi dan keluarganya - dijadwalkan untuk dievakuasi dari wilayah yang dikepung rezim, sebagai bagian dari kesepakatan yang diperantarai Rusia, antara rezim Bashar al-Assad Suriah dengan kelompok oposisi bersenjata.
Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401, yang menyerukan gencatan senjata di Suriah - terutama di Ghouta Timur - untuk memungkinkan akses pengiriman bantuan kemanusiaan.
Meskipun ada resolusi gencatan senjata, namun awal bulan ini, rezim Assad dan sekutu-sekutunya meluncurkan serangan besar - yang didukung oleh kekuatan udara Rusia - untuk mengambil alih area-area distrik yang diduduki oposisi.
Sejak 19 Februari, lebih dari 1.000 orang di Ghouta Timur dilaporkan tewas akibat serangan oleh rezim dan sekutunya.
Ghouta Timur yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil telah terkepung selama lima tahun terakhir, sehingga menutup akses pengiriman bantuan kemanusiaan secara total.