Muhammad Abdullah Azzam
18 April 2019•Update: 18 April 2019
Menna Ahmed, Ali Semerci
TRIPOLI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis mengumumkan setidaknya 205 orang tewas dalam konflik yang memanas di ibu kota Libya, Tripoli.
Menurut pernyataan via akun media sosial oleh Misi WHO di Libya, sedikitnya 205 orang tewas dan 913 lainnya menderita luka-luka dalam bentrokan yang terjadi sejak pasukan Jenderal Khalifa Haftar menyerang kota Tripoli pada 4 April.
Menurut pernyataan itu, Tripoli adalah tempat "pertempuran terburuk" sejak 2014.
WHO juga mencatat bahwa lebih dari 18.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang berlangsung.
Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, juru bicara WHO Tarik Jasarevic melaporkan bahwa setidaknya 174 orang tewas dan 756 lainnya terluka dalam bentrokan di Tripoli dan sekitarnya.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.
Pada Senin, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan pecah di Tripoli.
GNA menuduh pasukan pimpinan Haftar yang berbasis di Libya Timur berada dibalik serangan tersebut.