Mohamed al-Samie
21 November 2017•Update: 21 November 2017
Mohamed al-Samie
SANAA, Yaman
Lebih dari 940.000 terduga kasus kolera telah dilaporkan sejak 27 April di negara Yaman yang tercabik-cabik karena perang, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin.
Laporan itu mengatakan dalam tujuh bulan terakhir, WHO mencatat ada 940.768 terduga kasus kolera di 22 dari 23 provinsi Yaman.
Dalam jangka waktu yang sama, WHO juga melaporkan ada 2.208 korban tewas terkait penyakit kolera.
Jumlah kasus tertinggi ditemukan di Provinsi Hodeida, di mana terdapat 136.000 terduga kolera. Sementara itu, jumlah tertinggi korban tewas karena kolera, sebanyak 416, ditemukan di Provinsi Hajjah.
Provinsi Socotra di Yaman adalah satu-satunya yang tercatat bersih dari wabah kolera.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Menurut PBB, perang saudara Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 11 persen dari keseluruhan populasi mengungsi.
Komite Palang Merah Internsional mengatakan lebih dari 3 juta warga Yaman melarikan diri sejak awal konflik dan lebih dari 20 juta lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan.