Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
25 Januari 2020•Update: 25 Januari 2020
Fuat Kabakci
BEIJING
Korban tewas akibat wabah virus korona di China bertambah menjadi 41 orang.
"Situasi radang paru-paru telah mengakibatkan 41 kematian, termasuk 39 di Provinsi Hubei, satu di Provinsi Hebei dan satu di Provinsi Heilongjiang," kata Komisi Kesehatan Nasional China seperti dikutip kantor berita Xinhua, Sabtu.
Menurut komisi itu, ada total 1.287 kasus pneumonia yang dikonfirmasi yang disebabkan oleh virus korona (2019-nCoV), 237 di antaranya dalam kondisi kritis.
Gejala-gejala virus misterius yang menyerupai pneumonia itu meyebarkan kepanikan di China, terlebih di tengah perayaan Tahun Baru Imlek, di mana banyak orang bepergian ke luar kota.
Laporan kantor berita resmi itu mengatakan sebanyak 1.965 dugaan kasus juga telah dilaporkan dan total 38 orang telah keluar dari rumah sakit.
"Selama 24 jam di hari Jumat, ada laporan 444 kasus baru yang dikonfirmasi dan 1.118 kasus baru yang dicurigai, sementara 16 orang meninggal karena penyakit ini," tambah Komisi Kesehatan Nasional.
Komisi itu mengatakan total 15.197 kontak dekat telah dilacak, 13.967 di antaranya berada dalam pengawasan medis dan 1.230 lainnya dipulangkan.
"Selain itu, sepuluh kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Hong Kong dan wilayah administrasi khusus Makau dan Taiwan, dengan lima di Hong Kong, dua di Makau dan tiga di Taiwan," tulis Xinhua.
Virus korona berasal dari kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, dan kini telah menyebar ke 29 provinsi di negara itu.
Lebih dari 10 kasus dikonfirmasi di beberapa negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, AS, Singapura, Prancis dan Vietnam.