Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
25 Januari 2020•Update: 26 Januari 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Ee Josep Borrell Pertemuan soal kesepakatan nuklir Iran ditunda hingga Februari karena para ahli membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkannya.
Penundaan itu diumumkan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell pada Jumat.
Anggota pakta Eropa - Inggris, Jerman dan Perancis, juga dikenal sebagai E3 - memprakarsai mekanisme penyelesaian sengketa pada 14 Januari setelah Iran memutuskan untuk berhenti mematuhi perjanjian nuklir 2015.
Sebagai mediator dari proses tersebut, Borrell melakukan upaya besar untuk bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait dalam berbagai format.
Tetapi karena rumitnya situasi, pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian nuklir - termasuk E3 bersama China, Rusia, dan Iran - perlu menunda pertemuan hingga Februari untuk memberikan lebih banyak waktu berdiskusi dengan para ahli.
Borel mengatakan bahwa selain menilai implementasi kesepakatan di masa mendatang, para ahli akan menilai dampak penarikan sepihak Amerika Serikat dari perjanjian dan keputusannya untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran yang disesalkan oleh semua anggota yang tersisa.
"Bagaimanapun, semua peserta bertekad untuk melestarikan perjanjian," tambah dia.
Pada awal Januari, terjadi gelombang konfrontasi dramatis antara AS dan Iran menyusul pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh serangan pesawat tak berawak Washington dekat bandara Baghdad.