Esra Tekin
04 Oktober 2023•Update: 06 Oktober 2023
ISTANBUL
Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Rabu memperingatkan bahwa Korea Utara akan menyaksikan “akhir rezimnya” jika negara tersebut melakukan upaya untuk menggunakan senjata nuklir.
“Militer kami dilengkapi dengan postur kesiapan gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat (AS) yang mampu merespons setiap serangan dari Korea Utara.
“Jika Korea Utara mencoba menggunakan nuklir, rezimnya akan berakhir,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilaporkan Kantor Berita Yonhap yang berbasis di Seoul.
Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan terhadap revisi konstitusi baru-baru ini yang dilakukan Pyongyang untuk secara tegas menetapkan pendirian nuklirnya.
Selain itu, kementerian tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara secara terbuka berupaya untuk meningkatkan kemampuan nuklirnya, meski kesejahteraan warganya terkena dampak yang sangat parah.
“Ini adalah ancaman besar yang membahayakan perdamaian dan stabilitas komunitas internasional, termasuk di Semenanjung Korea, dan melalui hal ini, Korea Utara akan semakin terisolasi dari komunitas internasional dan penderitaan rakyatnya akan semakin dalam,” kata pernyataan itu.
Tindakan Korea Utara baru-baru ini menyusul penerapan undang-undang nuklir baru pada bulan September tahun sebelumnya yang menyetujui penggunaan senjata nuklir secara preventif dan menyatakan statusnya sebagai negara nuklir “tidak dapat diubah.”
Korea Selatan sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan serupa kepada Korea Utara.
Pada upacara Hari Militer bulan lalu, Presiden Yoon Suk Yeol mengatakan rezim Korea Utara akan menghadapi kehancurannya melalui aliansi Korea Selatan-AS jika rezim tersebut menggunakan senjata nuklir.