Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Februari 2019•Update: 16 Februari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Korea Selatan pada Kamis mengatakan jika perdamaian dicapai dengan Korea Utara, penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di Seoul tidak akan memengaruhi kemajuan denuklirisasi yang dibuat dengan Pyongyang.
Pernyataan itu disampaikan setelah Kepala Pasukan Korea AS (USFK) Jenderal Robert Abrams mengatakan pasukan Amerika akan tinggal di Korea Selatan sampai perjanjian damai dengan Korea Utara dirampungkan, lansir The Chosunilbo.
"Sampai ada perjanjian damai, karena kami masih tetap dalam keadaan gencatan senjata dan penghentian permusuhan, sampai ada perjanjian damai antara semua pihak," kata Abrams kepada Komite Senat AS untuk Layanan Bersenjata.
Namun, kantor berita Korea, Yonhap, mengatakan Departemen Pertahanan AS menegaskan kembali bahwa masalah kehadiran pasukan Amerika di Korea Selatan tidak secara langsung terkait dengan pembicaraan denuklirisasi antara Washington dan Pyongyang.
"Departemen Pertahanan AS baru-baru ini menyampaikan pesan kepada Kementrian Pertahanan Nasional Seoul di tengah kontroversi mengenai pernyataan Kepala Pasukan Korea AS (USFK) Jenderal Robert Abrams," kata kantor berita itu.
Yonhap melaporkan kekhawatiran Seoul tentang masa depan USFK dalam hal denuklirisasi dan pembentukan mekanisme perdamaian untuk menggantikan Perjanjian Gencatan Senjata.
"Pentagon telah mengatakan bahwa masalah USFK tidak ada hubungannya dengan dialog denuklirisasi," Media itu mengutip seorang pejabat Seoul.
Keputusan Seoul untuk mempertahankan keberadaan USFK adalah masalah aliansi yang harus diputuskan melalui dialog terpisah antara Seoul dan Washington.
"Juga dikatakan bahwa belum ada diskusi atau rencana tentang penarikan USFK atau pengurangan pasukan sehubungan dengan penandatanganan perjanjian damai," tambah pejabat itu.
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan bertemu untuk KTT kedua di Vietnam pada 27-28 Februari di mana Amerika akan mendorong denuklirisasi Semenanjung Korea sementara Pyongyang akan mengusahakan pencabutan sanksi.