Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Korea Selatan menunggu persetujuan Amerika Serikat untuk mengirim 50.000 metrik ton beras ke Korea Utara yang dilanda kekeringan.
Kantor berita Yonhap melaporkan pada Selasa bahwa pejabat Korea Selatan berdiskusi dengan Program Pangan Dunia (WFP) untuk mengirim beras ke Korea Utara.
Seoul juga berjanji untuk menyumbangkan USD12 juta kepada WFP untuk membantu mengatasi kekurangan pangan, yang mengarah kepada krisis kemanusiaan di seluruh perbatasannya.
"Beras itu sendiri tidak dikenai sanksi. Tetapi menggunakan kapal untuk mengangkut dikenakan sanksi. WFP sedang berkonsultasi [dengan AS] dan pemerintah kami juga bekerja sama dalam proses itu," kata para pejabat.
Setelah mendapat persetujuan AS, WFP selanjutnya akan mengirimkan makanan dan memastikan distribusinya.
Jika sesuai rencana, pengiriman pertama akan dilakukan akhir bulan ini.
Korea Utara berada di bawah sanksi sejak 2006 setelah melakukan uji coba nuklir.
Karenanya, semua kapal dilarang masuk ke pelabuhan AS selama 180 hari setelah berlayar di pelabuhan Korea Utara tanpa persetujuan sebelumnya.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan antar-Korea, mengatakan telah menyelesaikan prosedur administrasi yang diperlukan untuk melaksanakan rencana penyediaan beras.
Kementerian telah menyisihkan sekitar KRW127 miliar (USD109,3 juta) untuk mengamankan beras dari pasar lokal, bersama dengan sekitar USD12 juta sebagai dana tambahan untuk membantu upaya pengiriman dan distribusi WFP.
Selain membuka lebih banyak kantor lokal di Korea Utara, WFP juga sedang mempertimbangkan untuk mengirim petugasnya ke negara itu.
Badan PBB sudah memiliki 50 anggotanya yang ditempatkan di Korea Utara.
Korea Selatan terakhir kali memberikan bantuan 5.000 ton beras ke Korea Utara pada 2010, ketika negara tersebut dilanda banjir hebat.