Muhammad Abdullah Azzam
06 Januari 2018•Update: 07 Januari 2018
Ekip
TOKYO
Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa akan melakukan berbagai tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan tekanan kepada Korea Utara agar meninggalkan kegiatan nuklir dan rudalnya.
Dalam konferensi pers pada Jumat, jubir pemerintah Jepang Suga memberikan penjelasan terkait kesepakatan pertemuan antara Korea Selatan dan Korea Utara pada 9 Januari.
Suga mengatakan, Jepang akan terus menekan rezim Pyongyang untuk meninggalkan program nuklir dan rudalnya.
Suga menekankan bahwa Jepang memiliki kedekatan dengan AS dan pemerintah Seoul. Selain itu Jepang akan bekerja sama dengan Tiongkok dan Rusia untuk “mengambil langkah-langkah yang diperlukan” dalam rangka meningkatkan tekanan kepada pemerintah Pyongyang.
Dalam konferensi pers yang diadakan Jumat, jubir Kementerian Persatuan Korea Baik Tae-hyun mengungkapkan bahwa pemerintah Pyongyang telah mengkonfirmasi pengabulannya atas permintaan pertemuan pada 9 Januari nanti.
Pertemuan antara Korea Selatan dan Korea Utara itu dilakukan terakhir pada bulan Desember 2015.
Baik mengatakan, pertemuan kedua negara tersebut akan membahas agenda utama yaitu memperbaiki dan meningkatkan hubungan. Selain itu, juga membahas tentang partisipasi Korea Utara dalam ajang Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 yang akan diselenggarakan bulan depan. Kamis kemarin, kedua negara kembali menjalin komunikasi lewat desa Panmunjom di perbatasan yang sebelumnya sempat ditutup pada Februari 2016.