11 September 2017•Update: 12 September 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara pada Senin mengacam akan membuat Amerika Serikat (AS) "menderita". Pernyataan itu dikeluarkan sebelum rapat pengambil suara Dewan Keamanan PBB (UNSC) untuk menjatuhkan hukuman pada Pyongyang menyusul uji coba nuklir yang dilakukan mereka.
Tes nuklir keenam itu dilakukan pada 3 September dan merupakan uji coba terbesar yang mereka lakukan sejauh ini karena melibatkan bom hidrogen.
Sejumlah resolusi UNSC telah gagal membatasi aktivitas nuklir di negara yang tertutup tersebut, namun AS dan sekutu-sekutunya dilaporkan sekarang berencana menargetkan produksi minyak Korea Utara sebagai strategi yang lebih efektik - walaupun masih membutuhkan dukungan Tiongkok dan Rusia, yang keduanya mengatakan keberatan.
Menurut kantor berita pemerintah, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan warganya sudah menanggung beban sanksi-sanksi sebelumnya. Dia juga memuji mereka untuk sukses yang dicapai uji coba nuklir, yang dilakukan "dengan mengorbankan mereka"
Menteri Luar Negeri Korea Utara pada Senin mengatakan kepada kantor berita pemerintah KCNA bahwa bila dijatuhi sanksi lebih lanjut, mereka akan memastikan AS "merasakan sakit dan penderitaan terburuk dalam sejarah mereka".