11 September 2017•Update: 12 September 2017
Godfrey Olukya
Aru, Democratic Republic of Congo
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pihak berwenang di Republik Demokratik Kongo mengatakan wabah kolera terjadi di 20 dari 26 provinsi negara tersebut dan sudah menewaskan 500 orang.
Dalam pernyataan mereka, WHO mengatakan wabah kolera telah mencapai tingkat mengkhawatirkan dengan adanya lebih dari 1.500 kasus per pekan sejak akhir Juli 2017.
"Hingga 2 September 2017, pihak berwenang Kongo mencatat terduga 24.217 kasus kolera dengan 528 korban meninggal," demikian bunyi statemen WHO.
Kementerian Kesehatan Kongo memastikan adanya wabah penyakit tersebut. Mereka juga menjelaskan telah mengubah metode menangani penyakit yang ditandai gejala diare ini dengan menjalankan program untuk menghapus kolera dan penyakit sejenisnya.
Bersama Departemen Pelayanan Publik Kongo, WHO menaikkan skala darurat kolera menjadi tingkat 2 dan mengirimkan sekelompok ahli untuk mendukung pengembangan rencana tanggap darurat.
WHO mengatakan telah menyumbang USD 400.000 kepada tim-tim teknis yang disebarkan ke wilayah-wilayah yang terdampak.