Dandy Koswaraputra
04 Maret 2018•Update: 04 Maret 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara siap berperang bersama AS dan akan menolak segala bentuk dialog jika ada "persyaratan", menurut Kementerian Luar Negeri Pyongyang pada Sabtu.
"AS seharusnya tidak menyalahartikan niat kami untuk berdialog," tukas juru bicara kementerian dilansir dari kantor berita resmi Korea Utara KCNA dalam sebuah laporan berbahasa Inggris.
"Kami [berniat] menyelesaikan masalah dengan cara diplomatis dan damai dengan melakukan dialog dan negosiasi, tapi kami tidak akan memohon agar dialog dilangsungkan maupun menghindari opsi militer yang diklaim oleh AS," kata juru bicara.
Keterbukaan Pyongyang baru-baru ini untuk bicara dengan Washington terjadi ketika negara tertutup itu mengadakan kerja sama untuk pertama kalinya dengan Korea Selatan dalam Olimpiade Musim Dingin PyeongChang bulan lalu.
Presiden Amerika Donald Trump berujar pada akhir Februari bahwa dialog dengan Korea Utara mungkin saja terjadi dengan "kondisi yang tepat", dengan Washington yang berulang kali mendesak Pyongyang untuk menyingkirkan senjata nuklirnya jika negara itu mau menghindari sanksi dan ancaman militer yang masih berlangsung.
Isu ini menjadi semakin mendesak sebab Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengungkapkan pada pekan lalu bahwa dia akan mengirimkan utusan khusus ke Korea Utara setelah diundang pribadi oleh Pyongyang.
Moon sebelumnya telah mengatakan kepada tetangganya itu untuk bicara dengan AS sebelum pertemuan ketiga antara Korea Utara-Selatan -- pertemuan terakhir terjadi pada lebih dari satu dekade yang lalu.
Tapi harapan akan adanya perubahan meredup dengan pernyataan pada Sabtu dari Korea Utara yang menyebut penyingkiran senjata nuklir yang disyaratkan oleh Amerika sebagai "hal yang sangat konyol."