Alex Jensen
02 Maret 2018•Update: 03 Maret 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara menyangkal tuduhan negaranya mendukung produksi senjata kimia di Suriah pada Jumat, dan bersikeras pengiriman tersebut tak digunakan untuk tujuan itu.
The New York Times pekan lalu mengutip laporan panel PBB yang menyebut bahwa Pyongyang menyuplai material dan personel untuk membantu Suriah membuat senjata kimia.
Namun media nasional Korut menyerang balik dengan menuduh AS sebagai negara pertama yang menggunakan senjata kimia dan mengirim amunisi biokimia untuk membunuh 50.000 orang selama Perang Korea pada 1950-53.
"Seperti yang sudah beberapa kali dilaporkan, [Korea Utara] tidak pernah terbukti mengembangkan, memproduksi dan menyetok senjata kimia, dan mengutuk penggunaan senjata seperti itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pyongyang yang dikutip pernyataannya oleh kantor berita Korea Utara KCNA.
Namun Pyongyang telah lama diduga memiliki bahan-bahan kimia, bahkan dituduh menggunakan bahan berbahaya VX itu untuk membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, di bandara Malaysia tahun lalu.
Korut juga saat ini berada di bawah sanksi global karena mengembangkan senjata nuklir yang diakui dibuat untuk menyerang agresi AS.