Maria Elisa Hospita
20 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Idris Okuducu
ISTANBUL
Pimpinan Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) mengatakan keberadaan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat di Irak penting untuk mencegah ancaman terorisme di negara itu.
Pernyataan Nechirvan Barzani muncul usai pertemuan dengan anggota Kongres AS John Garamendi di Erbil.
Barzani, Garamendi, beserta delegasi menekankan pentingnya kehadiran pasukan AS dan pasukan koalisi internasional di Irak karena risiko terorisme.
Selama pertemuan itu, repatriasi orang-orang yang mengungsi secara internal dan kerja sama AS-Irak dalam rekonstruksi area yang terdampak konflik juga dibahas.
Sejumlah partai di Irak menginginkan pasukan AS ditarik dari negara itu dan bahkan 55 anggota parlemen Irak mengajukan mosi ke parlemen.
AS menduduki Irak pada 2003 dengan menempatkan sebanyak 165.000 pasukan di sana hingga Desember 2011.
Setelah itu, mantan presiden AS Barack Obama menginstruksikan agar semua pasukan ditarik dari Irak.
Namun, setelah munculnya organisasi teroris Daesh pada 2014, sesuai dengan permintaan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki, Washington mengirim kembali pasukannya ke Irak sejalan.
*Sibel Morrow turut berkontribusi dalam laporan ini