Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump pada Selasa mengatakan bahwa dia berniat menunjuk Brasil sebagai "sekutu besar non-NATO," sebuah peningkatan status yang telah diharapkan negara Amerika Latin itu sejak lama.
Selama konferensi pers bersama dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Gedung Putih, Trump mengisyaratkan bahwa dia juga berencana menjadikan Brasil sebagai negara anggota penuh NATO.
Dalam pernyataan sebelumnya, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat sangat yakin untuk memberi Brasil sejumlah hak istimewa NATO, dengan mengatakan pemerintahannya sangat condong melakukan hal itu.
"Kita akan mempertimbangkan itu dengan sangat, sangat kuat dalam hal apakah itu NATO atau ada hubungannya dengan aliansi," katanya.
Seandainya lolos dari proses peningkatan status yang panjang itu, Brasil akan menjadi negara Amerika Latin pertama yang bergabung dengan NATO, di mana semua sekutunya, yang berjumlah 29 negara, berada di Amerika Utara dan Eropa.
Trump telah lama menjadi kritikus utama Organisasi Perjanjian Atlantik Utara itu, menyerukan negara-negara anggota lainnya untuk memikul lebih banyak beban pertahanannya dengan meningkatkan pengeluaran militer.
Presiden juga mengatakan dia mendukung upaya Brasil untuk bergabung dengan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, sebuah organisasi multinasional yang diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi.