Moustafa Maged Haboosh, Hamdi Yildiz
26 April 2018•Update: 26 April 2018
Moustafa Maged Haboosh, Hamdi Yildiz
KUWAIT
Pemerintah Kuwait pada Rabu mengumumkan Duta Besar Filipina untuk Kuwait Renato Pedro Ovila sebagai orang yang tidak diinginkan. Dengan begitu Pemerintah Kuwait memerintahkan Duta Besar Filipina untuk meninggalkan negara tersebut.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kuwait, Kuwait pun telah menarik duta besarnya Kuwait di Manila dengan otoritas Kuwait mengaku telah mengirim surat keputusan pengusiran itu ke pihak Duta Besar Filipina. Pemerintah Kuwait memberikan waktu paling lambat seminggu untuk meninggalkan negara tersebut.
Keputusan pengusiran tersebut dilandasi kemarahan pemerintah Kuwait atas tindakan staf kedutaan besar Filipina yang dianggap telah melanggar undang-undang Kuwait, kesepakatan internasional dan kedaulatan negaranya.
Otoritas Kuwait menilai sikap staf kedutaan Filipina yang membantu warganya melarikan diri setelah mendapat perlakuan kasar dari majikannya merupakan tindakan yang mencampuri urusan dalam negeri Kuwait.
Kuwait menyebut tindakan Kedutaan Filipina tersebut bertentangan dengan Perjanjian Vienna yang ditandatangani pada tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
Ketegangan antara pemerintah Kuwait dengan Filipina bermula dari sebuah kasus penganiayaan terhadap buruh migran Filipina di Kuwait. Tenaga kerja asal Filipina itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam sebuah lemari pendingin.
Perlakuan buruk yang diterima warga negaranya di Kuwait membuat Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk menghentikan dan melarang pemberangkatan warganya untuk bekerja menjadi buruh di negara tersebut.
Presiden Filipina telah memerintahkan Philippine Airlines dan Cebu Pacific untuk mengakomodasi kepulangan para pekerja Filipina yang ingin pulang dari Kuwait.
"Para pekerja yang ingin kembali ke negaranya akan mendapatkan tiket gratis dari Philippine Airlines atas perintah dari Presiden," ujar Duterte.
Presiden Filipina Duterte dalam sebuah konferensi pers mengatakan, "Orang Filipina bukan budak siapa pun, di mana saja.”
Duterte menilai otoritas Kuwait tak dapat melindungi warga Filipina terkait masalah tenaga kerja.
Tercatat setidaknya 276.000 warga Filipina bekerja di Kuwait.