Ali Cura
01 November 2021•Update: 05 November 2021
ROMA
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pakta pertahanan NATO enggan melakukan dialog dengan Rusia..
“Kami tidak memiliki informasi tentang apa yang akan dilakukan NATO. Kami mengandalkan fakta, dan fakta ini menunjukkan bahwa NATO tidak menginginkan interaksi dengan kami,” kata Lavrov mengatakan pada Minggu dalam konferensi pers setelah KTT G20 di Roma.
“Bahkan ketika kami memiliki perwakilan di NATO, mereka tidak menginginkan hal seperti itu. Mereka ingin mengajari kami cara hidup, mendiskusikan Ukraina, dan melakukan propaganda,” tambah Lavrov.
NATO mengumumkan pada 6 Oktober telah mengurangi staf diplomatik Rusia di dari 20 menjadi 10 anggota.
NATO juga mencabut akreditasi delapan diplomat dan menghapus dua posisi kosong.
Mereka juga menuntut para diplomat Rusia untuk meninggalkan Brussel pada akhir Oktober.
Pada 18 Oktober, Lavrov mengumumkan Rusia akan menangguhkan misinya ke NATO mulai November dan seterusnya sebagai pembalasan atas keputusan aliansi tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa pekerjaan misi penghubung militer NATO dan kantor informasi di Moskow akan ditangguhkan.
Mengacu pada meningkatnya kehadiran militer AS di Laut Hitam, Lavrov menyampaikan keputusan Washington untuk mengirim kapal perang ke sana tidak berkontribusi pada stabilitas di kawasan itu.
Menekankan bahwa Rusia mencari kerja sama di kawasan itu, bukan konfrontasi, Lavrov memperingatkan Rusia siap untuk menangkis segala ancaman dan memastikan keamanannya di Laut Hitam.
*Ditulis oleh Ahmet Gencturk