MAARIB, Yaman
Tahun ini, lebih dari 200 anak-anak terbunuh di Yaman yang tengah dilanda perang, kata pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin.
“Pada 2017, 201 anak-anak telah terbunuh di Yaman: 152 laki-laki dan 49 perempuan,” kata Meritxell Relano, Utusan UNICEF untuk Yaman, lewat akun Twitter-nya.
Menurutnya, 347 anak-anak Yaman cacat, termasuk 113 anak perempuan, dan 377 anak laki-laki dikirim ke medan perang yang sedang berlangsung di Yaman tahun ini.
Pernyataan resmi PBB tersebut dikeluarkan beberapa hari setelah kelompok pemberontak Hutsi menuduh koalisi pimpinan Saudi membunuh 12 warga sipil, termasuk anak-anak, dalam sebuah serangan di utara provinsi Saada. Relano mengatakan 4 anak perempuan dan 2 anak laki-laki berusia antara 2-14 tahun tewas dalam serangan, tanpa ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Menurut data PBB, Maret, sedikitnya, 1.546 anak-anak menjadi korban jiwa dan 2.450 lainnya luka-luka selama konflik 3 tahun di Yaman.
Yaman mengalami krisis akibat perang saudara pada 2014, ketika pemberontak Hutsi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibukota Sanaa.
Konflik tersebut diperparah campur tangan Arab Saudi dan sekutunya yang meluncurkan kampanye udara besar-besaran pada 2015 untuk menggulingkan militer Hutsi untuk menopang pemerintahan Yaman.
Data dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta jiwa telah meninggalkan rumah mereka sejak konflik dimulai, dan lebih dari 20 juta jiwa di seluruh negeri memerlukan bantuan kemanusiaan.