Mohammed Misto
22 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Mohammed Misto
GHOUTA TIMUR/ANKARA
Jumlah warga sipil yang tewas di Ghouta Timur yang berada dalam blokade rezim Bashar al-Assad di Suriah telah mencapai 250 orang, dilaporkan pada Kamis.
Menurut laporan koresponden Anadolu Agency di Ghouta Timur, rezim Assad meluncurkan sejumlah serangan udara dan darat menggunakan segala jenis senjata, terutama bom barel ke Ghouta Timur selama tiga hari terakhir.
Jumlah warga sipil yang tewas telah mencapai 250, sementara jumlah serangan yang diluncurkan telah melebihi 260.
Selain itu, pesawat-pesawat rezim juga menembak 22 pusat layanan kesehatan dan sebuah masjid yang bernama Nur di distrik Duma dalam tiga hari terakhir.
Koresponden Anadolu Agency di kawasan tersebut melaporkan, serangan masih terus berlanjut hingga hari ini, jumlah korban jiwa dalam serangan-serangan terakhir masih belum diketahui.
Ghouta Timur yang dikendalikan oleh oposisi memiliki sekitar 400 penduduk.
Ghouta Timur termasuk dalam zona de-eskalasi yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran, di mana tindakan agresi dilarang keras. Namun, rezim semakin memperketat blokade Ghouta Timur sejak April 2017.
Sejak beberapa bulan terakhir, rezim juga mengintensifkan serangan terhadap Ghouta Timur.
Ribuan pasien termasuk anak-anak yang sebagian besarnya menderita kanker menunggu untuk segera di evakuasi dari daerah yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan tersebut.
Sejumlah bayi, anak-anak dan pasien meninggal karena tidak mendapatkan perawatan medis dan gizi yang cukup.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis mengatakan bahwa dia sangat prihatin dengan situasi warga sipil di Ghouta Timur. Guterres mengatakan, ada 700 orang yang membutuhkan evakuasi medis.