Muhammad Nazarudin Latief
11 Maret 2019•Update: 12 Maret 2019
Muhammad Nazaruddin Latief
JAKARTA
Tujuh pelaut Filipina yang baru-baru ini dibebaskan dari penjara di Libya kini dalam perjalanan pulang ke Filipina, Departemen Luar Negeri mengumumkan Senin.
Dilansir ole Philstar, Penasihat Presiden untuk Urusan Luar Negeri Filipina Abdullah Mamao bertemu dengan Menteri Luar Negeri Libya Taher Siala di Tripoli, Minggu lalu.
Mamao juga menyampaikan surat dari Menteri Luar Negeri Teddy Locsin pada Siala.
Tujuh pelaut Filipina kemudian meninggalkan negara Afrika Utara bersama dengan Mamao, yang menyatakan rasa terima kasihnya kepada Libya.
Para pelaut Filipina telah ditahan di Libya sejak 2017. Ketujuh di antara 20 orang Filipina ditangkap setelah Penjaga Pantai Libya naik dan menyita kapal Levante berbendera Liberia saat berlabuh di perairan internasional, menurut Department of Foreign Affair (DFA). Ke 20 pelaut Filipina itu kemudian dituduh mencoba menyelundupkan bahan bakar.
Sebanyak 13 awak kapal Filipina dari Levante dibebaskan pada Februari 2018 tetapi tujuh lainnya didakwa.
Pada November 2018, tujuh orang Filipina dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena diduga berusaha menyelundupkan 16 juta liter bahan bakar.
Beberapa minggu yang lalu, Pengadilan Tinggi Libya memerintahkan pembebasan tujuh pelaut Filipina.
"Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar Filipina di Tripoli telah bekerja untuk membebaskan tujuh orang yang secara konsisten membantah tuduhan itu," kata DFA dalam sebuah pernyataan.
Locsin, bersama dengan Mamao dan Sekretaris Buruh Silvestre Bello III, mengimbau pembebasan pelaut Filipina di Libya.