Maria Elisa Hospita
30 November 2018•Update: 01 Desember 2018
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Duta Besar Liga Arab untuk Uni Afrika menyerukan upaya internasional untuk menghidupkan kembali solusi dua negara Palestina-Israel.
"Seluruh komunitas internasional bertanggung jawab untuk mencegah solusi dua negara rusak," kata Sahboun Meloud di hadapan ratusan diplomat dan pejabat Uni Afrika dan PBB pada Jumat.
Hal itu disampaikan saat peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, sebuah perayaan yang didukung oleh resolusi PBB.
Menurut Meloud, solusi dua negara itu telah dirusak oleh langkah AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi.
"Kami menolak pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel," kata dia, dengan menyebut keputusan itu "tak dapat diterima".
Meloud mengatakan keputusan AS dan pemindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem "menyalahi hak orang-orang Arab".
"Ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen AS untuk perdamaian di dunia," kata dia lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Palestina untuk Ethiopia Nasri Abujaish mengatakan meskipun sejumlah resolusi datang dari Dewan Keamanan PBB, tak satupun dari resolusi tersebut dipatuhi dan dilaksanakan oleh Israel.
Sementara itu, Kwesi Quartey, wakil ketua Komisi Uni Afrika, menyatakan komitmen pan Afrika untuk menjaga Palestina berdasarkan pada hukum internasional dan legitimasi.