Enes Canli
24 Februari 2018•Update: 25 Februari 2018
Enes Canli
Yerusalem
Berbagai tuduhan korupsi menimpa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Terkait hal tersebut, terdapat lima skenario yang mungkin muncul mengenai masa depan karir politiknya.
Kelima skenario tersebut antara lain pengunduran diri, runtuhnya koalisi, pemilihan cepat, perombakan kabinet, atau konflik militer baru.
Setelah penyelidikan 14 bulan atas dua tuduhan penipuan terpisah, polisi Israel merekomendasikan bahwa awal bulan ini Netanyahu didakwa atas penyuapan dan pelanggaran kepercayaan.
Dia juga menghadapi pertanyaan dalam dua kasus lain, sehingga menempatkannya dalam posisi yang lebih buruk lagi dan membuka pintu pada spekulasi nasib politiknya.
"Tali pengikat di leher perdana menteri," ujar penulis dan peneliti Israel Antoine Shalhat kepada Anadolu Agency.
- Skenario Pertama: Pemilihan umum dini
Berdasarkan hukum Israel, tidak ada yang dapat mencegah Netanyahu untuk mengikuti pemilihan umum saat dia menjadi subyek investigasi korupsi yang sedang berlangsung.
Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, survei daring menunjukkan bahwa meskipun ada tuntutan, Partai Likud Netanyahu dapat meningkatkan perolehan kursinya di Knesset dari 30 menjadi 34 (dari total 120) dalam pemilihan yang akan datang.
Meski demikian, kemenangan Pemilu untuk Netanyahu tidak akan menghentikan prosedur hukum yang tengah berjalan.
Pemimpin Partai Buruh Avi Gabbay baru-baru ini mengatakan kepada para pendukungnya bahwa era Netanyahu telah berakhir. “Bersiaplah untuk pemilihan umum," ujar dia.
Partai Buruh merupakan partai politik terbesar kedua Israel.
- Skenario Kedua: Tetap Bertahan
Netanyahu memiliki hak hukum untuk tetap menjabat, kecuali atau sampai dia dinyatakan bersalah melakukan kesalahan.
Sementara partai oposisi mengatakan PM yang bermasalah harus turun karena penyelidikan yang sedang berlangsung, Netanyahu dan para pendukungnya menolak seruan tersebut.
- Skenario Ketiga: PM yang baru dari Partai Likud
Dalam skenario ini, Netanyahu akan mengundurkan diri dari jabatannya untuk fokus pada investigasi. Sementara Partai Likud akan terus memimpin koalisi yang berkuasa.
Anggota partai Oren Hazan baru-baru ini mengatakan kepada Radio Israel bahwa Netanyahu mungkin akan memutuskan untuk "beristirahat" dari posisi perdana menteri.
- Skenario Keempat: Konflik Terbaru
Dengan maksud untuk mengalihkan perhatian dari kesengsaraannya, Netanyahu juga bisa melancarkan perang baru melawan Jalur Gaza atau Lebanon.
Dalam kemungkinan seperti itu, Shalhat mengatakan, Netanyahu tidak akan diadili oleh pengadilan namun oleh opini publik Israel.
Namun Zvi Bar'el, seorang penulis untuk harian Israel Haaretz memperingatkan bahwa langkah semacam itu akan menarik tuduhan bahwa Netanyahu telah mengorbankan nyawa tentara hanya untuk melindungi karir politiknya sendiri.
- Skenario 5: Runtuhnya Koalisi
Dalam skenario ini, satu atau lebih partai politik akan meninggalkan koalisi sehingga menyebabkan pemerintah runtuh.
Menurut Shalhat, sikap ambigu beberapa anggota koalisi mengenai penyelidikan kecurangan Netanyahu yang sedang berlangsung dapat menyebabkan perpecahan di kabinet Netanyahu, diikuti oleh pemilihan cepat.
Dalam suasana politik seperti itu, partai-partai oposisi tidak mungkin bergabung dengan koalisi yang terkepung. Pemerintah akan segera runtuh dan pemilihan awal akan diadakan pada musim semi atau musim panas.