03 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
Adham Kako
ANKARA
Sebanyak 912 warga sipil tewas di Suriah bulan lalu, menurut laporan LSM berbasis di London yang menyelidiki pelanggaran HAM di wilayah tersebut.
Dalam laporan bulanan yang dirilis pada Senin, lembaga Syrian Network for Human Rights (SNHR) mendokumentasi kematian warga sipil di Suriah sepanjang bulan September.
Menurut SNHR, pasukan rezim Bashar al-Assad menyebabkan sebagian besar kematian warga sipil bulan lalu, diikuti oleh pasukan Rusia.
Laporan mereka menemukan total 912 warga sipil, termasuk 144 perempuan dan 200 anak-anak, tewas di tangan pihak-pihak yang terlibat konflik dalam rentang waktu yang diteliti.
Dalam bulan September, jumlah korban warga sipil dilaporkan meningkat setelah pasukan persekutuan Suriah dan Rusia meluncurkan serangan di Idlib pada 19 September.
"Pasukan rezim Suriah menjadi yang paling banyak menelan korban sipil pada September, diikuti pasukan Rusia," baca laporan tersebut.
"Di sisa waktu lainnya, jumlah korban yang tewas oleh serangan pasukan koalisi internasional menurun pesat sejak Agustus lalu," tambahnya.
SNHR mengatakan total 8.115 warga sipil tewas karena konflik sejak awal 2017 hingga Oktober.
Sejak perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.