Canberk Yuksel dan Michael Hernandez
NEW YORK
Setidaknya 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka setelah peristiwa penembakan pada konser musik di Las Vegas. Peristiwa penembakan itu kini menjadi insiden paling berdarah dalam sejarah AS, kata pihak berwenang pada Senin.
Pejabat negara bagian Nevada mengatakan tersangka Stephen Paddock melepas tembakan ke arah 10.000 penonton konser yang berkerumun di lapangan seberang hotel Mandalay Bay sekitar pukul 22.08 Minggu malam, kata kepala polisi wilayah Clark County Joseph Lambardo.
Lambardo mengatakan, pria berusia 64 tahun itu adalah penduduk setempat dan tinggal di Mesquite, Nevada. Penembakan itu belum dikategorikan sebagai aksi terorisme melainkan aksi pelaku tunggal atau serangan "lone wolf".
Penembak melepaskan hingga 600 tembakan menggunakan senapan otomatis dalam durasi empat setengah menit, menurut polisi seperti dikutip media lokal.
Rekaman video peristiwa itu menunjukkan ribuan penonton konser melarikan diri dari lokasi hingga berdesak-desakan, menurut saksi mata.
Lombardo mengatakan penembak ditemukan tewas di kamarnya di lantai 32 hotel itu, tempat di mana dia meluncurkan aksinya.
Dalam pidatonya di televisi, Presiden AS Donald Trump mengatakan peristiwa itu adalah "aksi kejahatan terburuk".
"Persatuan kita tidak boleh dirusak oleh kejahatan. Pertalian kita tidak boleh dipatahkan oleh kekerasan. Walau kita merasakan kemarahan atas hilangnya nyawa saudara-saudara kita hari ini, kita tetap harus merasakan kasih," kata Trump.
"Di saat seperti ini kita mencoba mencari arti semua kekacauan ini, bagai cahaya dalam kegelapan. Jawabannya tidak mudah. Namun kita bisa tenang mengetahui bahkan tempat terkelam pun bisa disinari cahaya bagai harapan ketika kita putus asa," tambahnya.
Seluruh AS berduka cita atas kejadian mengerikan tersebut, ditandai dengan pengibaran bendera setengah tiang. Trump akan mengunjungi Las Vegas pada Rabu untuk bertemu dengan pihak keamanan dan keluarga korban.
Tersangka Stephen Paddock
Polisi memperkirakan tidak ada tersangka lain, namun telah "menemukan" seorang perempuan bernama Marilou Danley berusia 63 tahun di lokasi. Dikatakan Danley adalah "teman" Paddock.
Saudara Paddock, Eric, mengatakan kepada wartawan di Florida tidak ada indikasi Stephen menyimpan dendam atau memiliki gangguan jiwa.
Tanpa bukti apapun, kelompok teroris Daesh mengklaim serangan Las Vegas dilakukan anggotanya. Melalui kantor berita mereka Amaq News Agency, Daesh mengatakan penyerang adalah seorang mualaf.
Namun pihak FBI mengatakan tidak ada tanda-tanda serangan itu terkait kelompok teroris internasional.
Setidaknya dua orang polisi yang tidak bertugas termasuk korban tewas, menurut laporan media.
Kecaman Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan bela sungkawa kepada AS melalui media sosial Twitter.
"Saya mengecam keras aksi teror hari ini di Las Vegas, NV," cuit Erdogan. "Saya sangat berharap serangan seperti ini tidak terulang lagi. Mewakili rakyat Turki, saya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta seluruh rakyat Amerika."
Perdana Menteri Binali Yildirim juga menyampaikan dukanya kepada keluarga korban tewas dan berharap korban luka cepat pulih.
"Sebagai perdana menteri Turki - negara sahabat AS - saya menyampaikan pesan solidaritas kepada pemerintahan dan rakyat AS setelah serangan yang kejam ini," bunyi pernyataan Yildirim.
news_share_descriptionsubscription_contact



