Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 November 2018•Update: 19 November 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Presiden Perancis Emmanuel Macron memperbarui seruannya soal reformasi besar untuk menjadikan Uni Eropa sebagai aktor yang lebih kuat dalam mengatasi tantangan baru.
Berpidato di hadapan parlemen Jerman pada Minggu untuk memperingati Hari Berkabung Nasional, Macron memuji Uni Eropa atas pencapaiannya dan upayanya menjaga perdamaian di benua itu selama lebih dari 70 tahun.
Namun dia juga menggarisbawahi bahwa blok yang beranggotakan 28 negara itu harus mereformasi diri untuk menghadapi tantangan yang semakin rumit dan berkembang.
"Hari ini, kita harus bersama-sama memiliki keberanian untuk membuka babak baru," katanya kepada para anggota parlemen Jerman.
"Ancaman keamanan, perubahan iklim, pergolakan digitalisasi, kecerdasan buatan, migrasi ... Uni Eropa tidak dirancang untuk menghadapi tantangan ini," katanya.
Macron menekankan bahwa negara-negara anggota UE harus bergerak maju dengan rencana untuk memperdalam integrasi fiskal, mengembangkan kebijakan suaka bersama, dan menciptakan struktur pertahanan bersama.
Dia berpendapat bahwa negara-negara anggota yang siap untuk integrasi lebih dalam di beberapa bidang harus bergerak maju tanpa menunggu yang lain.
"Kita harus menerima cara yang berbeda, lingkaran yang berbeda," katanya.
"Beberapa anggota dapat mengambil inisiatif, seperti Schengen atau euro, tetapi mereka harus selalu tetap terbuka untuk hal lain dan selalu ingat pada kepentingan Eropa yang bersatu," tambahnya.