Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
11 November 2018•Update: 12 November 2018
Yusuf Hatip dan Omer Aydin
PARIS
Presiden Prancis pada Sabtu menegaskan kembali seruannya untuk membangun sebuah pasukan Eropa untuk mengurangi ketergantungan dengan Amerika Serikat.
Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuannya dengan Presiden AS, Donald Trump, pemimpin Prancis Emmanuel Macron menilai tidak adil jika hanya bergantung pada AS untuk keamanan Eropa.
Dalam sebuah wawancara dengan Europe 1 pada Selasa, Macron telah menyerukan untuk membangun pasukan khusus Eropa.
"Kami tidak akan melindungi warga Eropa kecuali kami memutuskan untuk memiliki sebuah pasukan Eropa," ujar Macron.
Trump mengatakan negaranya akan terus mendukung Eropa dalam hal pertahanan, tetapi warga Eropa butuh untuk saling berbagi tugas secara adil.
Sebelumnya, Trump mengatakan melalui Twitter bahwa Presiden Prancis, Macron telah memberikan usul Eropa memiliki kekuatan militernya sendiri untuk melindungi dirinya dari AS, China dan Rusia.
"Sangat menghina, tapi mungkin Eropa pertama-tama harus membayar bagiannya kepada NATO, yang sebagian besar disubsidi AS," tambah Presiden Trump.
Menurut media Prancis, pada pertemuannya, Macron dan Trump mengatakan Arab Saudi harus membagi informasi terkait pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
Dua pemimpin tersebut mengatakan pembunuhan Jamal Khashoggi menyebabkan ketidakstabilan di Timur Tengah.
Khashoggi, seorang warga Arab Saudi dan kolumnis untuk The Washington Post, dibunuh pada 2 Oktober di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
Setelah berminggu-minggu menolak keterlibatannya, Arab Saudi mengakui Khashoggi tewas terbunuh di konsulat tapi mengklaim keluar kerajaan Arab Saudi tidak memiliki informasi terkait rencana pembunuhannya.
Sejauh ini, 18 orang, termasuk petugas keamanan, telah ditahan di Arab Saudi karena memiliki hubungan dengan pembunuhan tersebut.
Minggu lalu, jaksa agung Turki mengumumkan penemuan awal yang menyatakan Khashoggi dicekik sampai mati dalam pembunuhan terencana segera setelah dia masuk konsulat.
Jaksa Penuntut Umum Istanbul mengatakan bahwa jasad Khashoggi dibuang setelah dipotong-potong.
Pihak berwenang Saudi sejauh ini mengklaim tidak mengetahui tentang keberadaan jasadnya.