Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin memuji keputusan Amerika Serikat (AS) untuk meninggalkan setidaknya 200 tentara di Suriah setelah rencana penarikan sebagian besar pasukannya.
"Soal keputusan AS, saya hanya bisa menyambut pilihan ini ... keputusan AS adalah hal yang baik," kata Macron, berbicara pada konferensi pers bersama dengan rekannya dari Irak Barham Salih di Elysee Palace.
"Keputusan itu menanggapi kebutuhan untuk tetap bersama Pasukan Demokratis Suriah dan mereka yang ada di lapangan telah bekerja untuk memerangi Daesh," tambahnya.
Menyinggung kerjasama antara Prancis dan Irak dalam masalah keamanan dan pertahanan, dia menggarisbawahi bahwa Prancis akan terus mendukung Irak melawan terorisme.
AS saat ini memiliki lebih dari 2.000 tentara yang dikerahkan di Suriah.
Pada Kamis lalu, Gedung Putih mengatakan 200 tentara akan tetap berada di Suriah sebagai bagian dari upaya pemeliharaan perdamaian.
Namun, sebuah laporan yang diterbitkan oleh The Washington Post mengatakan ada 400 tentara yang akan tetap tinggal, 200 di Suriah timur laut dan 200 lainnya di garnisun al-Tanf di Suriah selatan.