Emre Gürkan Abay
12 Januari 2018•Update: 13 Januari 2018
Emre Gürkan Abay
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Turki tidak berada di balik serangan terhadap pangkalan militernya di Suriah.
Dalam rapat dengan perwakilan media Rusia di Moskow, Putin mengatakan serangan yang dilakukan ke pangkalan udara Kheimim dan pangkalan laut Tartus milik Rusia adalah upaya merusak hubungan Rusia dengan mitra-mitranya, termasuk Turki.
“Kami tahu siapa yang memprovokasi dan siapa di balik serangan tersebut. Saya yakin Turki dan tentaranya tidak ada di balik serangan ini," kata Putin, Kamis.
Putin juga mengatakan bahwa dia dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membahas insiden tersebut melalui telepon.
Surat kabar Rusia Kommersant pada 4 Januari lalu mengabarkan, pangkalan udara Kheimim milik Rusia di provinsi Latakya diserang oleh 'kelompok oposisi' pada 31 Desember 2017.
Menurut berita tersebut, lebih dari 10 tentara luka-luka dan setidaknya tujuh pesawat tempur hancur akibat serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia membantah “sebagian” kabar itu. Kementerian menyatakan dua tentara tewas, namun membantah adanya tujuh pesawat tempur yang hancur.
“Gerakan Pembebasan Alawi” yang belum pernah terdengar namanya sebelumnya mengklaim serangan tersebut.