Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Maret 2019•Update: 30 Maret 2019
Gozde Bayar
ANKARA
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Kamis mengatakan pembangkit listrik tenaga air Simon Bolivar dihantam oleh serangan teroris pada Rabu malam.
"Serangan teroris baru-baru ini terhadap transmisi Guri, menyebabkan kebakaran yang dengan cepat dipadamkan oleh para pekerja, pemadam kebakaran dan profesional dari #FANB [Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian]," cuit Maduro di Twitter.
"Kami belum pernah melihat serangan teroris seperti ini, serangan itu dilakukan dengan senjata, di daerah vital untuk transmisi listrik," tulis dia.
Maduro juga meminta pekerja Corpoelec, perusahaan listrik nasional negara itu, untuk melindungi semua layanan publik.
Menurut media setempat, Pembangkit Listrik Tenaga Air Simon Bolivar diserang oleh senjata laras panjang di wilayah Guri pada Rabu malam.
"Venezuela segera meluncurkan upaya perbaikan untuk layanan listrik," ujar Maduro.
Dia menuding Amerika Serikat dan Juan Guaido berada di balik serangan itu.
Sejak 7 hingga 13 Maret, Venezuela diselimuti kegelapan akibat pemadaman listrik yang melanda 22 dari 23 negara.