Devina Halim
14 September 2021•Update: 16 September 2021
JAKARTA
Malaysia berjanji akan memberikan USD100.000 atau sekitar Rp1,4 miliar untuk membantu meringankan krisis kemanusiaan di Afghanistan.
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menyampaikan komitmen tersebut dalam Pertemuan Menteri Tingkat Tinggi PBB terkait Situasi Kemanusiaan di Afghanistan pada Senin kemarin.
Dalam kesempatan itu, Saifuddin juga menekankan keselamatan, keamanan, dan hak asasi rakyat Afghanistan serta warga negara lain di negara tersebut harus menjadi prioritas.
Saifuddin juga mendorong akses kemanusiaan yang segera, aman, dan tanpa hambatan.
Malaysia, kata dia, mendukung proses inklusif yang dipimpin rakyat Afghanistan sendiri menuju solusi politik yang akan membawa perdamaian dan keamanan di negara tersebut.
“Dia juga mendesak penghormatan terhadap kesucian hak asasi manusia dan kebebasan fundamental di Afghanistan, yang menjamin partisipasi penuh dan bermakna dari perempuan, pemuda, dan minoritas,” demikian dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia, Senin malam.
Adapun pertemuan darurat tersebut digelar oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Afghanistan sekaligus menggalang dana.
Antonio menyoroti kebutuhan mendesak sebesar USD604 juta atau sekitar Rp8,6 triliun untuk membantu 11 juta warga Afghanistan selama empat bulan ke depan.