Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Oktober 2018•Update: 05 Oktober 2018
Ahmet Salih Alacaci
ANKARA
Mantan teroris PKK/KCK di tahanan Turki menjelaskan secara terperinci bagaimana anak-anak dipaksa atau disesatkan untuk bergabung dengan kelompok tersebut.
Secara luas diketahui bahwa kelompok teroris merekrut sejumlah besar anak - dalam banyak kasus menculik mereka - dari daerah di mana mereka beroperasi.
Pria berinisial AY ini mengatakan dia diculik bersama dengan 15 orang lainnya yang berusia sekitar 12 sampai 20 tahun dari sebuah festival dan dibawa ke Irak utara.
"Entah bagaimana saya bisa melarikan diri tiga hari kemudian," kata AY.
Mantan teroris lainnya dijemput dari rumahnya di provinsi Mardin, Turki tenggara.
“Saya dibawa ke kamp pelatihan di Irak. Di sini, saya dilatih dengan sekitar 250 anak lain, ”katanya.
Yang lain ditipu untuk bergabung dengan kelompok dengan janji-janji palsu tentang keuntungan finansial.
Mantan teroris lainnya, OB, dalam pengakuan kepada pasukan keamanan mengatakan bahwa para teroris PKK berjanji untuk memberikan TRY2000 Turki (USD330) setiap bulan kepada keluarga mereka.
Di kantor Partai Rakyat Demokrat (HDP), HA dijanjikan oleh seorang teroris bahwa mereka akan "kaya" dan "nyaman" jika bergabung dengan PKK.
Sementara BR, ditargetkan karena pada awalnya menolak bergabung.
“Mereka yang tidak ambil bagian dalam gerakan ini dicap sebagai agen dan diasingkan," ungkapnya.
“Mereka (PKK) tidak ragu-ragu menjebloskan kami ke dalam api. Banyak anggota yang ingin melarikan diri dari organisasi selama operasi dieksekusi oleh pasukan keamanan,” dia menambahkan
Mantan teroris lainnya - dipaksa masuk kelompok itu pada usia 13 tahun - mengaitkan bahwa anak-anak berusia 11 tahun dibawa ke kamp-kamp pelatihan di wilayah Gara, Irak.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang.