Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Januari 2019•Update: 22 Januari 2019
Sarp Ozer
HATAY, Turki
Menteri pertahanan Turki pada Minggu mengatakan Operasi kontra terorisme Turki di Manbij, Suriah, akan dimulai pada waktu yang tepat
Berbicara pada peringatan satu tahun dimulainya Operasi Ranting Zaitun Turki, Hulusi Akar mengungkapkan bahwa wilayah Suriah yang bermasalah saat ini adalah Manbij dan timur Sungai Eufrat dan bahwa semua rencana, persiapan serta logistik sudah siap.
"Operasi di Manbij dan timur Sungai Eufrat akan dimulai ketika waktu yang tepat tiba," ujarnya.
Kepala Staf Umum Turki Jenderal Yasar Guler dan sejumlah komandan lainnya mendampingi Akar dalam kunjungan ke tim komando yang terlibat dalam operasi kontra-terorisme.
“Kami tidak memiliki masalah dengan saudara kami bangsa Kurdi atau Arab di Suriah dan Irak. Target kami hanya teroris Daesh dan PKK/YPG," tambah Akar.
“Kami tidak akan pernah membiarkan negara teroris atau koridor teror di perbatasan selatan kami. Kami akan terus bertarung dengan teroris sampai mereka semua dilumpuhkan, ”katanya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan juga berbicara dengan Akar dan tim komando melalui panggilan video.
Erdogan menekankan bahwa perang Turki melawan terorisme akan berlanjut tanpa ragu-ragu di wilayah Afrin, Jarabulus dan Al-Bab Suriah.
Sebuah misi di timur Sungai Eufrat, yang diusulkan oleh kepemimpinan Turki selama berbulan-bulan, akan mengikuti keberhasilan dua operasi lintas-perbatasan Turki ke Suriah sejak 2016 - Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun - yang dimaksudkan untuk membasmi kehadiran YPG/PKK dan Teroris Daesh di dekat perbatasan Turki.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE - telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. YPG adalah cabangnya di Suriah.