Muhammad Abdullah Azzam
15 September 2020•Update: 15 September 2020
Sarp Ozer
ANKARA
Menteri pertahanan Turki pada Senin menerima kunjungan komandan pasukan angkatan laut Libya di ibu kota Ankara, ungkap pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.
Dalam pertemuannya dengan Kepala Staf Angkatan Laut Abdul Hakim Abu Hawliyeh, Hulusi Akar mengatakan Turki selalu mendukung pemerintah yang sah di Libya, yang diakui oleh PBB, untuk memastikan perdamaian dan stabilitas abadi di negara Afrika Utara itu.
Akar menegaskan kembali bahwa negaranya akan melanjutkan untuk memberikan pelatihan dan konsultasi militer dan keamanan kepada Libya, yang memliki hubungan dengan Turki selama 500 tahun sejarah bersama dan hubungan persaudaraan, kata pernyataan itu.
"Libya adalah milik rakyat Libya," kata Akar menekankan bahwa Turki mendukung Libya yang merdeka dan berdaulat dengan integritas teritorial dan kesatuan politik.
November tahun lalu, Turki dan Libya menandatangani perjanjian kerja sama keamanan dan militer.
Libya dilanda perang saudara sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah baru negara itu didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh milisi Khalifa Haftar.
PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj sebagai otoritas sah negara itu, ketika Tripoli bertempur dengan milisi jenderal Haftar.
Maret ini, pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian melawan Haftar untuk melawan serangan Haftar di ibu kota Tripoli, dan berhasil membebaskan lokasi-lokasi strategis, termasuk pangkalan udara Al-Watiya dan kota Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.