Muhammad Abdullah Azzam
28 Juli 2020•Update: 28 Juli 2020
Mehmet Ozturk, Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Turki bukan hanya mitra tetapi sekutu di NATO, ungkap Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara.
“Turki bukan hanya negara mitra, melainkan juga sekutu di NATO, bukan hanya teman. Turki lebih dari sekadar teman,” kata Laya.
Laya menggarisbawahi bahwa kedua negaranya memiliki kerja sama yang penting dalam memproduksi baterai rudal untuk melindungi negaranya terhadap negara ketiga.
Dia juga mengatakan ada kekhawatiran di pihak Uni Eropa tentang beberapa langkah yang telah diambil Turki di Libya, Mediterania Timur, dan masalah migrasi.
“Saya yakin bahwa Turki juga memiliki kepekaan terhadap langkah-langkah yang diambil Eropa, jadi itu bukan permainan tuduhan. Ini permainan memahami apa perspektif pihak lain. Hanya ketika Anda mengerti, ketika Anda mendengarkan sisi lain Anda akan dapat menemukan jalan ke depan," lanjut dia.
Turki adalah negara pertama di luar Uni Eropa yang telah dia kunjungi setelah krisis Covid-19, kata Laya.
“Itu adalah janji yang saya buat kepada Menteri Luar Negeri [Turki] Cavusoglu. Selama pandemi, kami sangat sering berbicara via telepon. Kami berdialog soal persediaan, repatriasi warga, serta sejumlah masalah yang terjadi di kawasan itu, baik di Mediterania Timur, di Libya, dan Suriah, jadi saya telah berjanji bahwa saya akan berkunjung ke Ankara,” tambah dia.
Laya juga mengatakan dirinya dan Cavusoglu membahas masalah bilateral, masalah kesehatan seputar krisis Covid-19, dan hubungan Uni Eropa-Turki.
“Itu penting karena untuk beberapa waktu, ada sedikit peningkatan dalam ketegangan dan ketika ada ketegangan, ada baiknya duduk, berbicara, berdialog, memahami, dan jika mungkin, cobalah untuk menyalurkan ketidaksepahaman antar negara secara damai,” sebut dia.