Muhammad Abdullah Azzam
22 Juli 2019•Update: 23 Juli 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengungkapkan Arab Saudi, Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) tak akan menggantikan posisi negaranya jika Iran menyetop penjualan minyak.
Setelah bertemu dengan para mantan menteri perminyakan di Teheran, Zanganeh mengeluarkan pernyataan kepada wartawan tentang isu terkini.
Menanggapi isu posisi negaranya akan digantikan oleh negara lain di kawasan itu, Zanganeh menuturkan bahwa Arab Saudi, Irak dan UEA masing-masing juga memiliki pasar sendiri.
Zanganeh mengungkapkan bahwa penyitaan kapal tanker minyak Iran oleh Inggris di Selat Gibraltar belum mempengaruhi pasokan minyak negaranya.
"Penahanan kapal tanker minyak adalah salah satu masalah dalam agenda kami. Karena AS dan sekutunya berusaha menekan kami dengan meningkatkan pembatasan terhadap kami," ujar dia.
Pemerintah Otonomi Gibraltar pada 5 Juli lalu mencegat sebuah kapal tanker milik Iran yang mengangkut minyak mentah ke Suriah.
Pemerintah koloni Britania Raya di Spanyol selatan itu mengungkapkan kapal tanker bernama "Grace 1" dihadang karena melanggar embargo yang dikenakan oleh Uni Eropa (UE) terhadap Suriah.
Uni Eropa mengambil keputusan sanksi terhadap Suriah pada akhir 2011 dan juga memperpanjang sanksi terhadap negara tersebut termasuk embargo minyak hingga 1 Juni 2020 mendatang.