Ahmet Gurhan Kartal
10 November 2018•Update: 11 November 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Menteri Transportasi Inggris Jo Johnson mengundurkan diri pada Jumat.
Johnson mengatakan dia tidak dapat mendukung rencana Brexit Perdana Menteri Theresa May.
Johnson menerbitkan artikel daring yang menyebut dia tidak mendukung kesepakan jalan keluar dari Uni Eropa yang akan kembali ditawarkan oleh May ke parlemen Inggris beberapa pekan lagi.
Johnson mengatakan dia akan menyuarakan perlunya referendum kedua tentang Brexit.
"Sudah menjadi semakin jelas bagi saya bahwa perjanjian menarik diri dari UE, yang sedang diselesaikan di Brussels dan Whitehall - bahkan ketika saya menulis - akan menjadi kesalahan besar," kata dia.
Saudara mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson ini menegaskan Brexit akan melemahkan ekonomi Inggris dan ketidakjelasan di dunia bisnis selama bertahun-tahun.
"Yang saya tahu sebagai menteri transportasi hal itu akan membawa kerusakan yang tak terkira bagi negara kita," kata Johnson.
Bagi Jo Johnson tetap di Uni Eropa adalah keharusan.
Perdana Menteri Inggris Theresa May berspekulasi untuk mengadakan pertemuan Kabinet pekan depan untuk mengamankan dukungan menteri-menterinya atas kesepakatan Brexit yang tengah dia negosiasikan dengan Uni Eropa.
Sebelumnya dua anggota kabinet May, Menlu Boris Johnson dan Sekretaris Brexit David Davis mengundurkan diri.
Inggris berencana keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019.