Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 April 2019•Update: 27 April 2019
Yusuf Hatip
BRUSSELS
Uni Eropa pada Kamis mengecam tindakan Rusia dalam mempermudah warga Ukraina yang tinggal di wilayah timur untuk mendapatkan kewarganegaraan Rusia, karena dianggap mencoba merusak kedaulatan Ukraina.
"Tanda tangan Presiden [Vladimir] Putin pada keputusan, yang memberikan hak kepada orang-orang yang tinggal secara permanen di daerah-daerah tertentu di wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Rusia dengan cara yang disederhanakan, adalah serangan lain terhadap kedaulatan Ukraina," kata Maja Kocijancic, juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa dan kebijakan keamanan Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut mengatakan keputusan dikeluarkan tepat setelah pemilihan presiden Ukraina, menunjukkan niat Rusia untuk semakin menggoyahkan negara itu dan untuk memperburuk konflik.
Kocijancic menekankan bahwa Uni Eropa berharap Rusia dapat menahan diri dari tindakan yang melanggar perjanjian Minsk dan meminta semua pihak untuk sepenuhnya mengimplementasikan komitmen mereka di bawah perjanjian itu.
Ukraina bagian timur telah dilanda konflik sejak Maret 2014 setelah aneksasi Krimea oleh Rusia.
Separatis pro-Rusia yang tinggal di wilayah Donetsk dan Lugansk telah menyatakan kemerdekaan, suatu langkah yang tidak diakui oleh komunitas internasional.
Pihak-pihak yang bertikai menandatangani perjanjian gencatan senjata Minsk pada Februari 2015, tetapi pertempuran tetap berlanjut dan merenggut lebih dari 10.000 jiwa, menurut PBB.