Maria Elisa Hospita
16 April 2018•Update: 17 April 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB pada Minggu memaparkan tiga tujuan AS di Suriah setelah serangan udara yang dipimpin AS menargetkan rezim Bashar al-Assad.
"Pertama, presiden sudah dengan sangat jelas menyatakan bahwa kita tidak bisa menggunakan senjata kimia di mana pun, dan kami akan terus memeranginya dengan berbagai cara untuk melindungi kepentingan Amerika," kata Nikki Haley kepada CBS News.
“Kedua, kami ingin memastikan bahwa mereka memahami bahwa ISIS [Daesh] harus dikalahkan sepenuhnya. Ketiga, kami ingin memastikan bahwa pengaruh Iran tidak akan mendominasi wilayah tersebut,” tambah dia.
Haley juga menegaskan bahwa AS tidak menginginkan perang.
“Perang adalah hal terakhir yang ada dalam benak presiden. Kami tidak ingin membunuh orang. Kami hanya ingin mendeklarasikan bahwa mereka harus menghentikan program senjata kimia," ungkap dia.
- --Sanksi untuk Rusia
Haley juga mengumumkan rencana AS untuk menjatuhkan sanksi baru ke Rusia karena krisis Suriah, selain sanksi yang sudah ada, yaitu karena aneksasi Ukraina dan campur tangan dalam pemilihan presiden AS.
Menteri Keuangan AS Mnuchin diperkirakan akan mengumumkannya pada Senin, dan mereka akan mendatangi perusahaan apa saja yang berurusan dengan persenjataan Assad dan penggunaan senjata kimia.
AS, Inggris, dan Prancis pada Sabtu pagi melancarkan serangan udara ke fasilitas senjata kimia milik rezim Assad di Suriah.
Serangan tersebut dilakukan setelah rezim Assad diduga melakukan serangan kimia di Douma, Suriah, yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.