Muhammad Abdullah Azzam
11 Juni 2019•Update: 11 Juni 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Hamdi Yıldız
KHARTOUM
Dewan Transisi Militer di Sudan mengakui adanya pasukan reguler yang berpartisipasi di antara para penyerang para demonstran yang melakukan aksi protes di depan markas militer.
Dewan Transisi Militer yang menggulingkan Presiden Omar al-Bashir membenarkan adanya personel militer yang melakukan intervensi terhadap para demonstran di depan markas militer di Khartoum awal pekan lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan Transisi Militer mengkonfirmasi bahwa ada pasukan reguler di antara para penyerang demonstran di depan markas militer.
Pernyataan tersebut tak memberikan informasi tentang berapa jumlah tentara yang melakukan intervensi kepada para demonstran. Namun pihak berwenang menekankan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan kepada publik dalam waktu 72 jam ke depan.
Otoritas telah membentuk komisi penyelidikan terkait insiden berdarah minggu lalu, sementara para tersangka akan dibawa ke pengadilan.
Pernyataan Dewan Transisi Militer itu mengungkapkan bahwa komisi tersebut telah menemukan bukti awal terkait upaya propaganda oleh beberapa tentara. Mereka yang bertanggung jawab akan segera dikirim ke pengadilan.
Sudan mengalami gejolak politik sejak 11 April, ketika militer Sudan mengkudeta Presiden Omar al-Bashir yang telah berkuasa selama 30 tahun.
Dewan militer Sudan saat ini meminta periode transisi selama dua tahun, dan selama periode itu tidak ada pemilihan presiden.
Namun para demonstran turun ke jalan untuk meminta dewan militer untuk menyerahkan kekuasaan secepatnya kepada otoritas sipil.
Komite Pusat Dokter Sudan mengungkapkan 118 pemrotes tewas dalam peristiwa pembubaran masa di ibu kota pada minggu lalu.