Chandni
27 Februari 2018•Update: 27 Februari 2018
Aliia Raimbekova
ASTANA, Kazakhstan
Perjalanan Kazakhstan berpindah dari aksara Kiril ke huruf Latin menjadi momen yang "penting dan bersejarah", kata Presiden Nursultan Nazarbayev pada Senin.
Selepas bertemu Menteri Informasi dan Komunikasi Dauren Abayev, Nazarbayev mengatakan aktivitas parlemen dan pemerintah harus dilangsungkan menggunakan bahasa negara.
"Pada saat bersamaan, hak penduduk tidak boleh dilanggar dan harus tetap dihormati dengan menyediakan terjemahan," tambahnya.
Mengikuti perintah Nazarbayev, Astana bersiap-siap beralih dari menggunakan aksara Kazakh sehari-hari dan mengubah tulisan mereka mengikuti alfabet Latin. Rencananya, target itu akan dicapai sebelum 2025.
Pada 2025, Kazakhstan menargetkan bisa mencetak majalah, surat kabar dan buku-buku sekolah menggunakan huruf Latin.
Sebelumnya, negara tersebut menggunakan huruf Latin pada 1929 hingga 1940 namun kemudian berubah menggunakan aksara Kiril.
Dalam sebuah pidato pada Oktober lalu, Nazarbayev mengatakan transisi ke aksara baru itu akan mempermudah proses belajar bahasa Kazakh.
Dia juga menjelaskan perubahan itu tidak akan mempengaruhi hak-hak penduduk yang terbiasa berbahasa Rusia dan bahasa-bahasa berbasis Kiril lainnya.