Aliia Raimbekova
29 Januari 2018•Update: 30 Januari 2018
Aliia Raimbekova
ASTANA
Sebuah perpustakaan Turki di Kazakhstan menarik para ahli dalam dan luar negeri, termasuk mahasiswa yang mempelajari Turkish Studies, dengan koleksi hampir 50.000 buku dan manuskrip.
Perpustakaan Turki di Istana Perdamaian dan Rekonsiliasi di ibu kota Kazakhstan, Astana, memiliki salinan ribuan buku, manuskrip dan karya ahli terkenal dari studi Turki - termasuk Istvan Kongur, Abdulveli Kaydar, Abjan Kurisjanuli, dan Zeki Velidi Togan.
"Saya sedang melakukan tesis mengenai terminologi Turki-Kazakhstan. Saya dapat menemukan informasi yang diperlukan di sini," kata seorang mahasiswa Departemen Turcology Universitas Nasional Gesilev Lev Gumilev Joldanova, pada Anadolu Agency.
Istana Perdamaian dan Rekonsiliasi (juga dikenal sebagai Istana Perdamaian dan Kesepakatan) adalah simbol persahabatan, persatuan dan perdamaian di Kazakhstan.
Feruza Serikova, seorang mahasiswa filologi, mengatakan bahwa dia sedang mengerjakan tesisnya dan bahwa buku-buku di perpustakaan sangat "bermanfaat".
Perpustakaan dibuka pada tahun 2010 dengan hampir 1.500 buku yang diberikan oleh Perpustakaan Ilmiah Kazakhstan dan sekitar 850 buku dari Turki.
Kini jumlah buku telah mencapai total 50.000.
Tujuan pembukaan perpustakaan ini adalah untuk membuat perpustakaan khusus untuk Turkish Studies.
Akedil Toysanuli, seorang pustakawan mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan langsung dengan para ilmuwan yang meneliti Turcology untuk mengumpulkan buku-buku tersebut.
"Perpustakaan kami saat ini memiliki 150 buku Zeki Velidi Togan dari Turki," katanya.
Terlepas dari koleksi yang dimiliki perpustakaan ini, 15 buku dan tulisan tangan pakar Hungaria Ivan Konor Mandoki untuk Turkish Studies juga diberikan ke perpustakaan ini oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Hungaria