31 Juli 2017•Update: 31 Juli 2017
Kyaw Ya Lynn
YANGON, Myanmar
Pihak berwenang menunda festival terbesar di Myanmar sementara negara tersebut berjuang mengatasi wabah flu babi yang mematikan.
Sedikitnya sepuluh orang tewas akibat wabah flu babi di Myanmar hingga Minggu, sementara 51 pasien positif H1N1 dirawat di rumah sakit di kota Yangon, menurut departemen kesehatan.
Pejabat setempat mengatakan pada Minggu bahwa festival delapan hari itu, yang dijadwalkan mulai 31 Juli hingga 7 Agustus di desa bernama Taung Pyone dekat kota Mandalay, ditunda untuk mencegah penyebaran wabah.
"Festival ini menarik ribuan pengunjung dari seluruh negeri dan kami percaya cara terbaik adalah untuk menunda hingga situasi dapat dikendalikan," kata Kepala Distrik Regional Mandalay Zaw Myint Maung kepada wartawan, Minggu.
Dia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pembicaraan dengan komite festival dalam sebuah pertemuan darurat di Mandalay pada Minggu.
Festival yang menghormati 37 roh alam yang disembah dalam tradisi agama Buddha biasanya menarik hingga puluhan ribu orang setiap tahunnya selama. Festival ini juga menyambut warga Myanmar penyuka sesama jenis serta transgender.
Selain wabah flu babi, Myanmar juga mengkonfirmasi adanya wabah virus H5N1, yang biasa dikenal dengan flu burung, di Yangon dan di wilayah Tanintharyi.