Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 November 2020•Update: 16 November 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
NASA dan perusahaan roket swasta milik miliarder Elon Musk, SpaceX, meluncurkan empat astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Minggu malam.
Peluncuran, yang semula dijadwalkan pada Sabtu, berlangsung di Pusat Antariksa Kennedy NASA di negara bagian Florida, Amerika Serikat pada pukul 19.27 waktu setempat.
Penerbangan yang dinamakan Crew-1 itu adalah misi operasional pertama SpaceX dari pesawat ruang angkasa Crew Dragon.
Crew Dragon lepas landas di atas roket Falcon 9 milik Space X.
Tim terdiri dari astronot NASA Mike Hopkins, Victor Glover, Shannon Walker dan astronot Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang Soichi Noguchi.
Mereka diperkirakan merapat ke ISS pada Senin malam setelah menempuh perjalanan selama 27 jam.
Crew Dragon pertama SpaceX membawa dua astronot NASA - Robert Behnken dan Douglas Hurley - ke ISS pada Mei.
Peluncuran tersebut adalah misi awak pertama dari AS sejak penerbangan pesawat ulang-alik terakhir pada 2011.
Presiden Donald Trump memuji peluncuran itu dan mengatakan bahwa NASA telah meningkat di bawah pemerintahannya.
"Peluncuran yang luar biasa! @NASA adalah bencana tertutup saat kami mengambil alih. Sekarang, sejauh ini kembali menjadi pusat antariksa 'terpanas', paling maju di dunia!" kata Trump melalui Twitter.
Presiden terpilih Joe Biden mengucapkan selamat kepada NASA dan SpaceX atas peluncurannya dan berharap agar semua awak dalam keadaan baik-baik saja.
"Ini adalah bukti kekuatan sains dan apa yang dapat kita capai dengan memanfaatkan inovasi, kecerdikan dan tekad kita. Saya bergabung dengan semua rakyat Amerika dan warga Jepang dalam mendoakan para astronot dalam perjalanan mereka," ungkap Biden lewat Twitter.