Chandni Vasandani
22 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
By Deepak Adhikari
KATHMANDU, Nepal
Pemerintah Nepal pada Senin mengatakan, mereka akan mengadakan pemilihan umum pada 26 November. Ini adalah langkah penting menuju penerapan konstitusional yang sudah 2 tahun diadopsi negara ini.
Warga Nepal akan memilih perwakilan mereka untuk duduk di kursi-kursi parlemen dan pemerintahan daerah, sekaligus mendirikan sistem pemerintahan federal seperti yang disebutkan dalam konstitusi yang disahkan pada 2015 tersebut.
Sekitar 15 juta warga berhak memberikan suara untuk pemilu mendatang.
Untuk ke-275 anggota parlemen, 165 akan dipilih secara langsung dan 110 melalui representasi proporsional.
Lebih dari 100 partai politik diperkirakan akan mengajukan kandidat, namun 3 partai besar – Nepali Congress, Communist Party of Nepal (Unified Marxist-Leninist) dan Maoists – yang memiliki basis politik besar, kemungkinan akan memenangkan sebagian besar kursi.
Nepal terakhir mengadakan pemilu pada 2013, 7 tahun setelah kesepakatan damai mengakhiri pemberontakan Maoist yang menewaskan ribuan orang.
Pemilihan badan lokal diadakan pada Mei dan Juni tahun itu, setelah vakum selama 20 tahun.
Nepal telah memiliki 4 perdana menteri sejak pemilu terakhir pada 2013.
Sebagai salah satu negara termiskin di Asia Selatan, tidak stabilnya politik dan bencana alam terus merundung Nepal.
Sekitar 150 warganya tewas pekan lalu karena banjir bandang dan tanah longsor menyusul hujan deras di negara tersebut.