Chandni Vasandani
22 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
By Fatih Erel
JENEWA
Kunjungan ke supermarket merupakan hal yang rutin untuk kebanyakan dari kita, namun pelanggan sebuah rantai supermarket di Swiss melihat tawaran baru di barisan rak makanan – camilan dari serangga.
Coop menjadi supermarket pertama yang menjual makanan dengan bahan dasar serangga.
Produk-produk yang tidak biasa dilihat itu terbuat dari cacing yang kaya protein dan akan tersedia 7 cabang Coop, termasuk di Jenewa, Basel, Bern, Lausanne, Lugano dan Zurich.
Peraturan keamanan pangan Swiss diubah pada Mei untuk membolehkan penjualan produk makanan yang mengandung 3 jenis serangga: cacing, jangkrik dan belalang.
Dengan langkah itu, Switzerland menjadi negara Eropa pertama yang membolehkan penjualan produk makanan berbasis serangga untuk konsumsi manusia.
Memakan serangga makin dianggap sebagai alternatif yang baik dibandingkan konsumsi daging semakin naiknya populasi dunia.
Sekitar 2 milyar penduduk bumi memakan serangga; teorinya, mengonsumsi serangga kaya protein lebih ramah lingkungan, bila dibanding kebutuhan lahan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk hewan ternak untuk konsumsi.
Entomofagi
Tapi sesungguhnya, tanpa memikirkan faktor sains, apakah kita siap untuk makan burger serangga? Anadolu Agency mengunjungi cabang Coop di Jenewa pada Senin untuk melihat apakah produk makanan unik mereka laku di kalangan pembeli.
Pelanggan tampak tidak tertarik membeli produk makanan serangga; cabang supermarket itu menjual hanya 2 bungkus pada hari pertama.
Satu paket berisi 2 burger serangga dijual seharga CHF 8,95 (USD 9,30) dan tertera jelas pada bungkusannya bahwa itu terbuat dari serangga.
Dibuat oleh perusahaan Swiss bernama Essento, produk itu “memiliki potensi kuliner yang tinggi, pembuatannya hemat sumber daya dan nutrisinya pun berkualitas tinggi,” menurut pemilik perusahaan tersebut Christian Bartsch.
Menurut Coop, burger serangga juga mengandung nasi dan sayuran seperti lobak, seledri dan daun bawang, serta rempah-rempah seperti oregano dan bubuk cabai, selain cacing.
Sedangkan produk lainnya, bola-bola serangga, terbuat dari cacing dan kacang arab, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan peterseli.
Walaupun sekarang belum terlalu diminati di Eropa, makanan serangga bisa semakin lazim ditemukan. Laporan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB pada 2013 mengatakan entomofagi – konsumsi serangga – adalah hal yang “berkontribusi positif pada lingkungan hidup dan kesehatan”.
“Serangga sebagai makanan muncul sebagai isu yang sangat relevan pada abad ke-21 dengan semakin naiknya harga protein hewani, kerawanan pangan, tekanan lingkungan hidup, pertumbuhan populasi, dan meningkatnya permintaan protein di kelas menegah.
“Maka, semakin diperlukan solusi alternatif bagi ternak konvensional dan ternak pakan,” tambah peneliti.
Jadi, sangat mungkin melihat burger serangga sebagai menu masa depan.