Eshat Fırat
07 November 2017•Update: 08 November 2017
Eshat Fırat
YERUSALEM
Israel mengalokasikan anggaran sebesar USD 57 juta atau sekitar Rp770 miliar untuk rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan pemukiman-pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.
Pernyataan ini dikatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam rapat partainya, Partai Likud, seperti dilansir Channel 7 Israel, pada Senin.
“Sesuai dengan kesepakatan kami dengan Menteri Keuangan, kami telah memutuskan untuk mengalokasikan 200 juta Shekel (USD57 juta) untuk jalan Yahuda dan Samarra,” kata Netanyahu.
Israel berencana membangun jalan untuk menghubungkan permukiman Yahudi dengan kembali merebut tanah Palestina di Tepi barat yang sebagiannya telah diduduki Israel. Dengan ini Israel bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemukim Yahudi di sana.
Hingga saat ini, Israel telah mendirikan 131 unit pemukiman di Tepi Barat sejak 1967, 10 unit di Yerusalem Timur dan 116 unit di daerah-daerah di perbukitan Tepi Barat.
Saat ini tercatat ada sekitar setengah juta pemukim yang tinggal di unit-unit pemukiman Tepi Barat dan 220 ribu pemukim di Yerusalem Timur. Israel dikabarkan ingin meningkatkan jumlah pemukim di Tepi Barat menjadi satu juta orang dalam waktu yang singkat.
Menurut hukum internasional, seluruh unit pemukiman Yahudi di daerah-daerah tersebut ilegal.