Maria Elisa Hospita
24 Agustus 2018•Update: 25 Agustus 2018
Abdelraouf Arnaout
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa dia tidak akan membatalkan permohonannya agar Amerika Serikat mengakui hak Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
"Saya tidak akan berhenti berharap bahwa AS akan mengakui kedaulatan Israel atas Golan," kata Netanyahu lewat sebuah pernyataan.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah AS "tidak mempertimbangkan kemungkinan" untuk mengakui hak Israel atas dataran tinggi yang strategis tersebut.
Israel menduduki Dataran Tinggi Golan Suriah selama Perang Arab-Israel 1967. Saat itu Israel juga menduduki Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
PBB menyebut dataran Golan yang diduduki Israel sebagai wilayah yang "diduduki".