Maria Elisa Hospita
24 Agustus 2018•Update: 25 Agustus 2018
Hussein al-Amir
BAGHDAD
Hashd al-Shaabi, pasukan tempur milisi Syiah Irak, tengah bersiap-siap meninggalkan sebuah kota di Provinsi Saladin, Irak, sebelum akhirnya menyerahkan kota itu kepada tentara Irak dan polisi setempat.
Letnan Numan al-Jabouri mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pejuang Hashd al-Shaabi mulai meninggalkan Kota Al-Siniya, yang terletak kira-kira 40 kilometer [sekitar 25 mil] dari utara Ibu Kota Provinsi, Tikrit.
Penarikan pasukan itu terjadi setelah para pemimpin Hashd al-Shaabi dan pejabat militer Irak baru-baru ini bertemu.
Setelah penarikan pasukan -- yang menurut al-Jabouri akan memakan waktu beberapa hari -- tanggung jawab untuk mengamankan kota itu akan jatuh ke tentara, polisi setempat, dan pejuang suku Sunni yang dikenal sebagai Hashd al-Ashaeri.
Pekan lalu, Hashd al-Shaabi mulai menutup kantornya di seluruh wilayah Irak, terutama aerah-daerah mayoritas Sunni yang dibebaskan dari kelompok teroris Daesh.
Hashd al-Shaabi yang didirikan pada tahun 2014 untuk memerangi Daesh, secara resmi bergabung dengan militer Irak tahun lalu.